Senja Yang Tertawan
Senjaku tak pernah manis
Senjaku selalu dalam dilema
Senjaku hanya kuraih dalam angan memori tertangkap dua bola mataku
Senjaku yang tertawan
Senjaku kala angin berdesir
Inginku angin berbisikan namanya
Namun yang kudengar hanya pertanda ku harus segera pulang
Senjaku yang tertawan dibalik puncak kelabu
Senjaku yang akan kembali pulang
Mengingatkanku akan hari esok, esoknya lagi dan masa depan
Kemudian menghilang tergantikan sang malam pekat
Jikalau suara paling merdu di bumi adalah ombak, maka kau adalah wajah bumi paling menawan, senjaku yang selamanya selalu tertawan
Comments
Post a Comment