The Untold Story: Prolog
Aku dilahirkan ke dunia, tapi aku belum tau bagaimana rasanya menghirup udara pertama kali membuka mata.
Aku mengerti maksud Tuhan memberikanku seorang malaikat, tapi aku tak yakin dia mau disebut malaikat karena malaikat terlalu sempurna untuknya.
Aku tahu ada seorang pahlawan yang selalu mendampingiku ketika aku lahir, tapi apa dia tetap boleh disebut pahlawan kala memilih pergi ditengah pertempuran? Mungkin dia memang tidak mau disebut pahlawan.
Aku ingin merasakan kebahagian mutlak, tapi tak seorangpun didunia ini mengerti ukurannya.
Aku akan menjadi dewasa kala usiaku bertambah, aku bertanya-tanya seperti apa rasanya menjadi dewasa? Apakah itu menyenangkan? Lalu mengapa mereka yang telah dewasa justru lebih banyak murung?
Aku mampu merasakan cinta, tapi aku tak tahu arti cinta. Cinta..cinta..cinta..ah bayanganku hanyalah secarik kertas abu-abu.
Aku mengerti Tuhan pasti menciptakan makhluknya penuh dengan kebaikan, tapi mengapa mereka lebih sering berbuat keburukan? Apakah itu lebih nikmat dari kebaikan? Ketika seseorang menilai orang lain itu baik, rasaku dia berbohong, karena orang baik tak akan mudah diungkapkan kebaikannya.
Aku hidup. Ya sampai detik ini aku hidup, tapi mengapa kehidupan begitu rumit?
Comments
Post a Comment